14
Feb

Tugas Review Rekayasa Perangkat Lunak

   Posted by: mutiara13   in Uncategorized

1. Definisi Rekayasa Perangkat Lunak

Definisi Rekayasa Perangkat Lunak menurut Pressman yaitu pembuatan dan penggunaan prinsip-prinsip keahlian teknik untuk mendapatkan perangkat lunak yang ekonomis, handal dan bekerja secara efisien pada mesin yang sesungguhnya.

Sedangkan pengertian dari Rekayasa Perangkat Lunak adalah :

  • Kumpulan instruksi (program komputer) yang jika dieksekusi akan menyediakan fungsi dan dayaguna yang diinginkan.
  • kumpulan struktur data yang memungkinkan program untuk memanipulasi informasi secukupnya.
  • kumpulan dokumen yang menggambarkan operasi dan penggunaan program.

2. Model Proses dalam Perangkat Lunak

Ada banyak macam model proses dalam perangkat lunak diantaranya yaitu :

  1. Model Sekuensial Linier / The Waterfall Model

cf

Model Sekuensial Linier sering disebut Model Air Terjun, pendekatan sekuensial untuk pengembangan perangkat lunak dimulai pada tingkat sistem dan kemajuan melalui analisis, desain, koding, pengujian dan dukungan. Tahapan pada model ini yaitu :

  • Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak : Analisis dan Definisi Persyaratan melingkupin Pelayanan, batasan, dan tujuan sistem ditentukan melalui konsultasi dengan user sistem.
  • Desain : Perancangan sistem dan Perangkat Lunak  melingkupin  Proses perancangan sistem membagi persyaratan dalam sistem perangkat keras atau perangkat lunak,lalu menentukan arsitektur sistem secara keseluruhan.
  • Koding : Pengkodean merupakan proses menerjemahkan desain ke dalam suatu bahasa yang bisa dimengerti oleh komputer.
  • Pengujian : Proses pengujian dilakukan pada logika internal untuk memastikan semua pernyataan sudah diuji. Pengujian eksternal fungsional untuk menemukan kesalahan-kesalahan dan memastikan bahwa input akan memberikan hasil yang aktual sesuai yang dibutuhkan
  • Dukungan : Perangkat lunak yang sudah disampaikan kepada pelanggan pasti akan mengalami perubahan. Perubahan tersebut bisa karena mengalami kesalahan karena perangkat lunak harus menyesuaikan dengan lingkungan (peripheral atau sistem operasi baru) baru, atau karena pelanggan membutuhkan perkembangan fungsional atau unjuk kerja.

2. Prototyping Model

figure-2-5

Pada model ini hal pertama yang dilakukan adalah pengembang dan pelanggan bertemu dan mendefinisikan tujuan secara keseluruhan untuk perangkat lunak dan mengidentifikasi kebutuhan yang sudah diketahui. Kemudian terjadilah perancangan secara cepat sebagai dasar untuk membuat prototype. Model ini kemudian dievaluasi oleh pelanggan / pengguna dan digunakan untuk memperbaiki persyaratan untuk perangkat lunak yang akan dikembangkan.

Kekurangan pada model prototyping :

  • Proses analisis dan perancangan terlalu singkat.
  • Biasanya kurang fleksible dalam mengahadapi perubahan.
  • Walaupun pemakai melihat berbagai perbaikan dari setiap versi prototype, tetapi pemakai mungkin tidak menyadari bahwa versi tersebut dibuat tanpa memperhatikan kualitas dan pemeliharaan jangka panjang.
  • Pengembang kadang-kadang membuat kompromi implementasi dengan menggunakan sistem operasi yang tidak relevan dan algoritma yang tidak efisien.

3. RAD Model (Rapid Application Development)

model ini merupakan sebuah proses pengembangan perangkat lunak tambahan yang menekankan siklus perkembangan yang sangat pendek.

  • Business Modeling : tahap ini digunakan untuk menjawab pertanyaan berikut :

1. informasi apa yang menjalankan proses bisnis ?

2. Siapa yang mengembangkannya ?

3. Kemana perginya informasi ?

4. Siapa yang memprosesnya ?

  • Data Modeling : Aliran informasi yang didefinisikan sebagai bagian dari fase pemodelan bisnis di saring ke dalam serangkaian objek data yang dibutuhkan untuk menopang bisnis tersebut. Karakteristik/atribut dari masing-masing objek diidentifikasi dan hubungan antara objek-objek tersebut didefinisikan.
  • Pemodelan Proses : Objek data yang didefinisikan dalam fase pemodelan data diubah untuk mencapai aliran informasi yang diperlukan untuk melaksanakan fungsi bisnis.
  • Pembuatan aplikasi ( Application generation) : Selain menciptakan perangkat lunak dengan menggunakan bahasa pemrograman generasi ketiga yang konvensional, RAD lebih banyak memproses kerja untuk memakai lagi komponen program yang telah ada atau menciptakan komponen yang bisa dipakai lagi.
  • Pengujian dan pergantian (Testing and turnover) : Karena proses RAD menekankan penggunaan kembali , banyak dari program komponen telah diuji . Hal ini akan mengurangi waktu pengujian secara keseluruhan . Akan Tetapi, komponen baru harus diuji dan semua interface harus benar-benar dilaksanakan .

4. Evolusi Model Proses Perangkat Lunak

Model ini memungkinkan perulangan (iterasi) dari setiap tahapan pengembangan perangkat lunak. Dengan model ini kompleksitas perangkat lunak yang dihasilkan akan semakin bertambah untuk setiap iterasi.

A. The Incremental Model

Capture

 Model inkremental menggabungkan elemen model sekuensial linier (diterapkan berulang-ulang) dengan filosofi iteratif prototyping. Pada awal tahapan dilakukan penentuan kebutuhan dan spesifikasi,Kemudian dilakukan perancangan arsitektur perangkat lunak yang terbuka, agar dapat diterapkan pembangunan per-bagian pada tahapan selanjutnya.
  • Requirement adalah proses tahapan awal yang dilakukan pada incremental model adalah penentuan kebutuhan atau analisis kebutuhan.
  • Specification adalah proses spesifikasi dimana menggunakan analisis kebutuhan sebagai acuannya.
  • Architecture Design adalah tahap selanjutnya, perancangan software yang terbuka agar dapat diterapkan sistem pembangunan per-bagian pada tahapan selanjutnya.
  • Code setelah melakukan proses desain selanjutnya ada pengkodean.
  • Test merupakan tahap pengujian dalam model ini.

Tidak seperti model prototyping, model incremental ini lebih berfokus pada pengiriman produk operasional dengan menaikkan masing-masing awal kenaikan yang diambil versi dari produk akhir.

B. Model Spiral

clip_image0022

Spiral Model adalah suatu model tentang tahapan pembuatan suatu perangkat lunak, spiral model ini adalah salah satu dari model revolusioner, model spiral merangkai sifat interatif yaitu sifat yang ditandai yang memungkinkan untuk mengembangkan versi dari suatu perangkat lunak secara bertahap untuk menghasilkan perangkat lunak yang lebih lengkap atau lebih sempurna dan terkontrol. Model Spiral memiliki beberapa tahapan dalam proses pembuatan perangkat lunak, yaitu :

  • Costumer Communication : tugas yang dibutuhkan untuk membangun komunikasi yang efektif
    antara pengembang dan pelanggan.
  • Perencanaan : pada tahapan ini kita akan mendefinisikan tentang perancangan perangkat lunak yang akan kita buat seperti berapa lama waktu yang akan dibutuhkan, apa aja sumber daya yang kita butuhkan saat membuat perangkat lunak tersebut dan informasi-informasi lainnya yang berhubungan.
  • Analisis Resiko : pada tahapan ini kita akan menganalisis resiko – resiko yang akan terjadi pada saat pembuat suatu perangkat lunak apakah itu resiko manajemen maupun resiko teknis pada perangkat lunak tersebut.
  • Perekayasaan : kita memasuki proses atau tahapan Perekayasaan dimana pada proses bagaimana kita membuat satu atau lebih representatif dari aplikasi tersebut.
  • rancang dan melepaskan : tugas yang dibutuhkan untuk membangun , menguji , menginstal, dan memberikan dukungan pengguna.
  • Evaluasi Pelanggan : pada tahapan ini kita akan mendapatkan pendapat dari pelanggan tentang perangkat lunak yang telah kita jual padanya dan pada tahap ini juga pelanggan akan memberitahu apakah perangkat lunak yang kita buat dia ingin kembangkan lagi, jika pelanggan akan mengembangkan lagi perangkat lunak yang dia punyai maka kita akan mulai mengembangkan perangkat lunak tersebut dari tahap awal lagi yaitu proses Evaluasi Pelanggan dan seterusnya hingga perangkat lunak tersebut jadi seperti apa yang pelanggan kita inginkan.

Model spiral ini biasanya digunakan atau dipakai oleh perusahaan – perusahaan besar yang membutuhkan perangkat lunak yang terus di kembangkan.
Pada Model Spiral ini juga mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan.
Kelebihannya antara lain yaitu perangkat lunak bisa dipakai sepanjang kehidupan, sangat cocok untuk mengembangkan perangkat lunak pada perusahaan – perusahaan besar, dan dapat mengurangi resiko – resiko yang dapat menjadi masalah yang serius pada perangkat lunak. Kekurangannya antara lain yaitu susah untuk menaksir resiko yang terjadi pada pembuatan perangkat lunak tersebut,dan membutuhkan waktu yang lama untuk membuat suatu perangkat lunak.

C. The WINWIN Spiral Model

Capture1

Model ini merupakan model yang memungkinkan user dan pengembang melakukan komunikasi dalam tahap pengembangan, dimana bisa memberikan win-win solution, seperti user bisa mengemukakan sebagian besar dan/atau keseluruhan kebutuhannya sedangkan pengembang bisa mengembangkan perangkat lunak sesuai dengan kebutuhan user tersebut dalam cakupan waktu dan biaya yang sudah dispesifikasikan.

D. The Concurrent Development Model

index

Pada model ini aktifitas kerja dilakukan secara bersamaan, setiap proses kerja memiliki beberapa pemicu kerja dari aktifitas. Pemicu dapat berasal dari awal proses kerja maupun dari pemicu yang lain karena setiap pemicu akan saling berhubungan. Misalnya proses desain akan berubah atau dihentikan sementara karena ada perubahan permintaan kebutuhan dari pelanggan.

Kekurangan dari model ini adalah :
  • Dimungkinkannya terjadi perubahan besar-besaran, maka akan membuat biaya dan waktu yang diperlukan membengkak.

 

Referensi :

Pressman, Roger S. 1997.Software Engineering. New York : Mc Graw Hill.

Blog : http://mutiara13.blog.upi.edu/2015/02/14/tugas-review-rekayasa-perangkat-lunak/

 

 

 

 

 

 

 

 

 

13
Feb

Hello world!

   Posted by: mutiara13   in Uncategorized

Welcome to Blog Civitas UPI. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!